Bali Global News – Badung
Bertempat dipantai Kelan, 23 Mei 2026.
Bali hari ini berada dalam sebuah paradoks. Di satu sisi, ia dipuja sebagai ruang harmoni, keindahan, dan keseimbangan hidup. Namun di sisi lain, realitas sehari-hari menunjukkan akumulasi persoalan yang semakin sulit disembunyikan: sampah yang menumpuk, ruang hidup yang tercemar, serta sistem pengelolaan yang tidak lagi mampu mengimbangi laju konsumsi. Krisis ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari relasi manusia dengan lingkungannya yang mulai mengalami disorientasi.

Ketua Komunitas Malu Dong, Made Dewa Bagus menyampaikan lewat pemaparannya, ” Melalui momentum anniversary ke-17 Malu Dong Community, perayaan tidak lagi dimaknai sebagai seremoni, melainkan sebagai refleksi kritis dan titik balik. Dengan semangat kolaborasi bersama gerakan #SAYAJABISA, perayaan ini diperluas menjadi gerakan kolektif yang menegaskan bahwa perubahan hanya dapat tercapai melalui aksi bersama. Sinergi ini diharapkan dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menciptakan solusi, ” jelas De Gus

SOS dihadirkan bukan sekadar sebagai simbol darurat, tetapi sebagai panggilan kolektif—dengam mengajak publik menjadi bagian dari solusi.
Dengan demikian, SOS adalah awal dari sebuah gerakan. Sebuah upaya untuk merekonstruksi cara pandang, memperkuat tanggung jawab kolektif, serta membangun kolaborasi lintas komunitas yang lebih berdampak.
Bali tidak membutuhkan lebih banyak slogan, tetapi membutuhkan lebih banyak kesadaran yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

De Gus juga menambahkan, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten dengan sampahnya sendiri, dan hari ini kami mengajak mereka untuk mengambil sampah disekitar pantai Kelan ini untuk melatih kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kami memastikan juga agar sampah-sampah ini diolah ditempat pengolahan sampah asli. Adapun selain aksi nyata mengajak seluruh masyarakat mengetahui bagaimana pengelolaan sampah saat ini, dan apa yang bisa kita lakukan karena pada kondisi saat ini kita sudah pada darurat sampah, TPA Suwung pun walau akan ditutup Agustus ini tapi sampah tetap masih menumpuk digang-gang baik di Kabupaten Badung dan di kota Denpasar, apakah akan digerakan berbasis sumber dalam pengolahan sampah, karena perhari ini kami juga belum melihat keseriusan dari dinas pemerintahan terkait sampah ini dalam penanganannya.

Kami juga ingin melihat dari hasil talkshow sore hari ini membedah baik element masyarakat, mahasiswa, pemerintah supaya dapat mensosialisasikannya dengan seksama juga kepada masyarakat dengan serius dalam pengelolahan sampah ini,” tambah De Gus.
Sekitar 500 peserta mengikuti aksi bersih sampah dipantai Kelan dan ditambah juga dengan talkshow dari pemerhati lingkungan Putu Artha, Kadis LH Provinsi dan Kadis LH Badung ditambah iringan musik akustik dari Robby Navicula dan kawan-kawan juga, mural painting di pantai Kelan Badung Selatan.
Reporter : Daniel Herry


